Latest Movie :
PASANG IKLAN KAMU DI SINI
Recent Movies

kegunaan dan dampak unsur senyawa


1. Unsur dan senyawa aluminium (Al)

· Unsur aluminium (Al)
Logam Al dengan Ar=27 merupakan logam yang ringan kuat, tahan korosi dengan daya hantar listrik dan panas yang baik, keras, dan awet serta tidak reaktif sehingga logam ini banyak digunakan dalam pembuatan alat-alat sebagai berikut:

-. Alat-alat dapur, badan pesawat terbang, rangka bangunan dan velg ban mobil.

- Lembaran tipis aluminium (aluminium foil) yang banyak digunakan untuk kemasan makanan dan alat-alat bantu dilaboratorium.

- Jarinngan transmisi tegangan tinggi, karena aluminium memiliki daya hantar listrik yang baik.

· Senyawa Aluminium (Al)


- Senyawa aluminium yang dikenal luas adalah tawas KA2SO4. Al2(SO4) 24H2O yang jika dilarutkan dalam air digunakan untuk menjernihkan air.

- Senyawa aluminium hidroksida (Al COH3) digunakan sebagai obat mag yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung.
Dampak Pengunaan Aluminium (AL)

Aluminium merupakan logam yang setabil, sehingga kaleng aluminium, pembungkus aluminium (aluminium foil), dan benda-benda lain yang dibuat dari aluminium dan sudah tidak digunkan lagi sangat berpotensi mencemari lingkungan.

2. Unsur Senyawa Karbon (C)

· Unsur Karbon (C)

Unsur karbon merupakan golongan IV yang atom-atomnya memiliki 4 elektron valensi cendrung berikatan secara kovalen. Karbon dengan oksigen membentuk dua senyawa oksida yaitu : Karbin Monoksida (CO) dan karbon Dioksida (CO2). Karbon yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari merupakan karbon dalam bentuk :

- Intan merupakakan Kristal karbon tetrahedral. Intan berwujud padatan yang sangat keras sehingga digunakan sebagai alat pemotong dan mata bor dalam tambang minyak. Selain itu intan yang sudah diasah yang dikenal sebagai berlian digunakan untuk berbagai jenis perhiasan.

- Grafit yaitu Kristal karbon heksagonal simetris yang dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai pembuatan pensil, zat warna untuk cat hitam, pelumas kering electrode pada batrey, pembuatan baja dan batu-batu tahan api.

- Bentuk Amorf (seperti arang, kokas, batu bara, dan karbon hitam) memiliki sifat rapuh. Karbon ini digunakan sebagai bahan bakar (batu bara), zat warna hitam, tinta cetak, dan pereduksi pada proses peleburan logam. Karbon amorf yang diaktifkan digunakan sebagai adsorben (penyerap) bau-bauan, gas beracun, mikroganisme dan kotoran dalam larutan.

. Senyawa Karbon
Senyawa karbon digolongkan menjadi dua yaitu karbon organik dan anorganik. Senyawa karbon organik diantaranya : Karbihidrat, protein, lemak, bahan bakar hidrokarbon, dan polimer. Senyawa karon anorganik diantaranya: kalsium karbonat untuk mengecat bangunan, kalsium kakrbida untuk mengelas logam, dan soda kue digunakan sebagai bahan pengebang.
Dampak Penggunaan Karbon

Tentu anda pernah melihat kepulan asap hitam yang keluar dari kenalpot kendaraan bermotor atau cerobong asap pabrik, selain asap hitam, pembakaran senyawa karbon juga menghasilkan gas monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Gas CO merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Gas ini sangat berbahaya karena mudah berikatan dengan hemoglobin. Akibatnnya tubuh menjadi kekurangan oksigen.

3 Unsur Senyawa Nitrogen (N)


· Unsur Nitrogen (N)
Nitrogen dalam bentuk gas nitrogen (N2) bersifat inert (tidak aktif) dan dapat digunakan dalam industri farmasi untuk mengusir O2 dalam larutan injeksi dan makanan berlemak agar tidak cepat tengik, dan didalam roti agar tidak cepat berjamur serta digunakan untuk mengisi bola lampu.

· Senyawa Nitrogen (N)

- Digunakan sebagai pereaksi dan bahan baku pembuatan pupuk nitrogen, seperti ammonium nitrat, ammonium sulfat, ammonium fosfat dan pupuk urea.

- Ammonium nitrat (NH4)2 SO4 digunakan sebagai pupuk nitrogen dengan kadar N 33%, bahan peledak dalam dunia pertambangan.

- Ammonium sulfat (NH4)2 SO4 digunakan sebagai pupuk nitrogen.

- Ammonium fosfat (NH4)3 PO4 digunakan sebagai pupuk dan mencegah terbakarnya kayu dan kertas.
Dampak Penggunaan Nitrogen

Nitrogen merupakan komponen terbersar udara (78%) dan bersifat inert. Secara langsung, hampir tidak ada dampak negatip dari nitrogen bagi lingkungan. Namun, dengan adanya petir atau pada suhu tinggi, nitrogen akan beraksi dengan oksigen menghasilkan nitrogen dioksida (NO2). Gas nitrogen dioksida ini dapat memerihkan mata dan menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan. Gas ini juga merupakan oksida asam di mana adanya air hujan dapat menyebabkan hujan asam. Batas maksimum NO2 di udara 0,001 bpj.


4 Unsur dan Senyawa Oksigen (O)

· Unsur Oksigen (O)

Oksigen dapat ditemukan sekitar 46,7% sebagai unsur dengan kelimpahan terbesar dialam, yaitu sebagai unsur bebas sekitar 21% volume udara, penyusun gara-garam dalam kerak bumi dalam tubuh mahkluk hidup maupun dilaut. Reaksi dengan oksigen dikenal sebagai reaksi pembakaran. Meskipun gas itu sendir secara umum tidak terbakar,. Gas oksigen digunakan dalam pengolahan besi menjadi baja ditanur terbuka (tanur oksigen). Oksigen dalam bentuk oksiasetilena (campuran gas karbida dan oksigen) digunakan untuk membersihkan kerak besi dan menghaluskan tonjolan-tonjolan pada produk baja. Selain itu oksigen juga berperan dalam pembakaran logam, pengobatan dirumah sakit, dan aerasi limbah industri.

· Senyawa Oksigen

Unsur belerang terutama dapat digunakan di Air (H2O) merupakan senyawa yang mengandung atom oksigen dan hydrogen yang sangat berperan dalam kehidupan air merupakan senyawa terbanyak yang terdapat dialam sehingga unsur oksigenpun merupakan unsur yang paling banyak terdapat di alam, yaitu 54,8% (terdapat di kerak bumi, atmosfer dan lautan). Senyawa lain yang mengandung oksigen yaitu silikat (SiO2), kapur (CaO), dan garam; seperti garam karbonat, sulfat, nitrat, atau fosfat.
Dampak Penggunaan Oksigen

Kelarutan oksigen dalam air relatif rendah, padahal komponen ini sangat diperlukan untuk melestarikan kehidupan dalam air. Batas minimum agar organisme tetap survive hidup dalam air adalah 5 ppm. Kadar oksigen dibawah 5 ppm mengharuskan organisme tersebut pindah tempat atau bahkan mati.

5. Belerang (S)

· Unsur Belerang (S)

Unsur belerang terutama dapat digunakan dalam proses pembuatan asam sulfat. Selain itu belerang juga digunakan dalam pembuatan bubuk mesiu, insektisida, dan proses vulkanisasi ban kendaraan bermotor, pembuatan pulp kertas serta pembuatan obat penyakit kuli / jerawat.

· Senyawa Belerang (S)

Senyawa belerang seperti belerang dioksida, natrium tiosulfat pentahidrat, dan asam sulfat banyak digunakan dalam industri.

- Belerang dioksida (SO2) digunakan sebagai fungisida (antijamur), funigan (antiserangga), dan dalam jumlah yang sangat kecil digunakan sebagai bahan pengawet makanan.

- Natrium tiosulfat pentahidrat (Na2S2o3. 5H2O) diigunakan dalam proses pencucian film. Senyawa ini dikenal dengan merk hipo.

- Asam sulfat (H2SO4) dipakai sebagai pelarut, pengisi aki, pembuatan garam sulfat, pembuatan pupuk, pengolahan minyak dan pewarna tekstil.
Dampak Penggunaan Belerang (S)

Balerang bersifat mudah terbakar dan menghasilkan gas belerang dioksida (SO2). Gas ini dapat menyesakan pernapasan dan menyababkan batuk. Dalam jumlah besar, belerang dioksida dapat merusak pernapasan dan menimbulkan radang tenggorokan serta kerusakan paru-paru, bahkan dapat menyebabkan kematian.

6. Silikon (Si)

· Unsur Silikon (Si)
Silicon murni digunakan sebagai semi konduktor dalam peralatan elektronik, seperti kalkulator, computer, radio, dan sel solar (batrey Energi matahari). Kegunaan silicon yang lain yaitu sebagai silica gel yang berfungsi menyerap uap air karena bersifat higokofis (mudah menyerap air). Silicon juga menyusun senyawa yang digunkanan untuk membuat kaca dan gelas. Polimer silicon yang terdiri atas monomer SiCH3 bersifat lentur sehingga digunakan untuk membuat jaringan tubuh palsi seperti hidung palsu.


· Senyawa Silikon(Si)

Senyawa silicon digunakan dibanyak industri. Selika dan silikat digunakan untuk membuat gelas, keramik, porselin, dan semen silicon yang bereaksi dengan karbon membentuk karbida (SiC) yang bersifat inert, sangat keras dan tidak dapat melebur, banyak digunakan dalam peralatan pemotongan dan pengampelas. Silica gel bersifat higrokopis sehinngga banyak digunakan untuk pengering dalam berbagai macam produk.
Dampak Penggunaan Silikon ( Si)

Silikon dalam bentuk unsur maupun senyawa yang tidak larut dalam air. Secara alami keberadaan silicon di alam tidak memberikan dampak negatif yang berarti bagi kesehatan dan lingkungan. Namun saat ini silicon banyak disalah gunakan oleh kaum wanita yang merasa tidak nyaman dengan kondisi fisiknya. Misalnya, polimer silicon, (SiCH2)n, digunakan untuk mengubah bentuk jaringan hidung, bibir dan panyudara. Tindakan ini ibarat menanam bom waktu di tubuh sendiri karena lambat laun silicon akan merusak jaringan tubuh.


7. Unsur dan Senyawa Besi (Fe)

· Unsur Besi (Fe)

Besi merupakan unsur logam yang paling banyak kegunaannya. Besi digunakan untuk membuat konstruksi jembatan dan kendaraan (kereta api dan mobil), rel kereta api dan konstruksi bangunan lainnya. Kegunaan besi dalam bentuk logam campuran diantaranya:

- Stainless steel digunakan untuk membuat peralat industri, peralatan rumah tangga, dan komponen kendaraan bermotor.

- Baja nikel digunakan untuk membuat kawat dan senjata

· Senyawa besi (Fe)

Besi memiliki dua jenis bilangan oksidasi, yaitu Fe2+ (Ion fero) dan Fe3+ (ion feri). Kation besi muda berikatan dengan anion, seperti So42- dan Cl-, berikut contoh senyawa yang mengandung unsur besi beserta kegunaanya:

a. Besi (II) sulfat (FeSO4) digunakan sebagai sumber mineral besi untuk terapi defisiensi / kekurangan zat besi. FeSo4 digunakan untuk membuat tinta bubuk.

b. Besi (III) sulfat (FeSO4) digunakan dalam pewarnaan tekstil dan pengetesan aluminium

c. Besi (II) oksida (FeO) digunakan sebagai pewarna tegel atau ubin.
Dampak Penggunaan Besi

Besi merupakan logam yang digunakan secara luas, namun memiliki kelemahan mudah mengalamai korosi atau mudah berkarat. Besi yang berkarat bersifat rapuh dan berwarna kuning kecokelatan. Jika mengenai pakaian, noda kuning dari besi akan mengotori pakaian dan sulit dibersihkan. Batas maksimum kadar besi (dalam bentuk ion Fe2+) yang diperbolehkan dalam air adalah 0,3 bpj. Air yang mengandung kadar besi yang melebih ambang batas tersebut tidak baik untuk diminum karena diduga kuat akan membebani fungsi ginjal.

8. Unsur dan Senyawa Kromium (Cr)

· Unsur Kromium(Cr)

Logam korium bersifat sangat tahan terhadap korosi. Oleh karena itu, kromium digunakan sebagai campuran besi dalam bentuk olio (campuran logam). Campuran besi dan kromium ini menghasilkan stainless steel (baja tahan karat)

· Senyawa Kromium (Cr)

a. Kromium (II) oksida (CrO) digunkan sebagai pewarna dalam percetakan, industri tekstil, dan keramik.

b. Kromium (III) klorida (CrCL3 ) digunakan sebgai zat pewarna hijau dala pembuatan keramik.

c. Kromium (III) sulfat (Cr2(SO2)3) digunakan untuk keperluan pelapisan atau pelapisan logam. Misalnya penepuhan logam untuk kerangka atau mesin kendaraan bermotor. Senyawa ini juga digunakan sebagai pewarna dalam industri tekstil dan keramik.
Dampak Penggunaan Kromium (Cr)

Kromium termasuk unsur logam yang cukup stabil dan tidak mudah mengalami korosi. Kromium antara lain terdapat dalam limbah industri pecetakan, limbah keramik, limbah tekstil, dan limbah cat. Dampak negative dapat timbul jika limbah industri ini tida dikelola dengan baik. Ion Cr6+ sangat berbahaya karena bersifat karsinogenik. Kadar maksimum kromium (ion Cr6+) dalam air adala 0,05 bpj.

9.Unsur dan Senyawa Tembaga (Cu)

· Unsur dan Senyawa Tembaga (Cu)

Tembaga dalam bentuk campuran digunakan untuk membuat perunggu (campuran 90% tembaga dan 10% timah) dan monel (campuran 70% nikel dan 30% tembaga) logam tembaga bersifat mudah menghantarkan arus listrik sehingga digunakan kabel dan komponen berbagai alat elektroni.

· Senyawa tembaga (Cu)

a. Tembaga (II) oksida (CuO) digunakan sebagai insektisida, bahan battery, bahan penyepuh dan bahan pewarna hitam untuk keramik, bahan gelas porselen dan rayon)

b. Tembaga (II) sulfat (CuSO4) digunakan sebagai anti lumut dalam kolam renang dan memberikan warna biru pada air, pengawet kayu, penyepuh, dan zat aditif dalam radiator.

c. Tembaga (II) klorida (CuCl2) digunakan sebagai pewarna keramik dan gelas, pabrik tinta dan fotografi, serta pengawet kayu dan katalis.
Dampak Penggunaan Tembaga

Batas maksimum logam tembaga dalam air adalah 1 bpj. Air yang mengandung tembaga dengan kadar yang melebihi batas maksimum yang diperbolehkan dapat menimbulkan dampak berupa kerongkongan terasa kering, mual-mual, diare yang terus menerus, dan iritasi pada lambung dan iritasi pada lambung.

10. Timah

Logam timah banyak manfaatnya baik digunakan secara tunggal maupun sebagai paduan logam (alloy) dengan logam yang lain terutama dengan logam tembaga. Logam timah juga sering dipakai sebagai container dalam berbagai macam industri. Contoh-contoh paduan antara tembaga dan timah adalah:

-Pewter, merupakan paduan antara 85-99% timah dan sisanya tembaga, antimony, bismuth, dan timbale. Banyak dipakai untuk vas, peralatan ornament rumah, atau peralatan rumah tangga.

-Bronze adalah paduan logam timah dengan tembaga dengan kandungan timah sekitar 12%.

-Fosfor Bronze adalah paduan bronze yang ditambahkan unsur fosfor.

-Plating. Logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti seng, timbale dan baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi. Aplikasi ini banyak dipergunakan untuk melapisi kaleng kemasan makanan dan pelapisan pipa yang terbuat dari logam.

-Superkonduktor
Timah memiliki sifat konduktor dibawah suhu 3,72 K. Superkonduktor dari timah merupakan superkonduktor pertama yang banyak diteliti oleh para ilmuwan contoh superkonduktor timah yang banyak dipakai adalah Nb3Sn.

-Solder
Solder sudah banyak dipakai sejak dahulu kala. Timah dipakai dalam bentuk solder merupakan campuran antara 5-70% timah dengan timbale akan tetapi campuran 63% timah dan 37% timbale merupakan komposisi yang umum untuk solder. Solder banyak digunakan untuk menyambung pipa atau alat elektronik

-Pembuatan Senyawa Organotin
Senyawa organoti merupakan senyawa kimia yang terdiri dari timah (Sn) dengan hidrokarbon membentuk ikatan C-Sn. Senyawa ini merupakan bagian dari golongan senyawa organometalik. Senyawa ini banyak dipakai untuk sintesis senyawa organic, sebagai biosida, sebagai pengawet kayu, sebagai stabilisator panas, dan lain sebagainya.
Pembuatan Senyawaan Kimia Untuk Berbagai Keperluan

-Logam timah juga dipakai untuk membuat berbagai maca senyawaan kimia. Salah satu senyawa kimia yang sangat penting adalah SnO2 dimana dipakai untuk resistor dan dielektrik, dan digunakan untuk membuat berbagai macam garam timah. Senyawa SnF2 merupakan aditif yang banyak ditambahkan pada pasta gigi. Senyaan timah, tembaga, barium, kalsium dipakai untuk pembuatan kapasitor. Dan tentu saja senyawaan kimia juga sering dipakai untuk pembuatan katalis.

· Senyawaan Timah

a. Senyawaan Organotin
Seperti yang telah dijelaskan diatas senyawa organotin adalah senyawa yang dibangun dari timah dan substituen hidrokarbon sehingga terdapat ikatan C-Sn. Contoh beberapa senyawa organotin ini adalah:

-Tetrabutiltimah, dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan di- dan tributil.

-Dialkil atau monoalkil-timah, dipakai sebagai stabilisator panas dalam pembuatan PVC.

-Tributil-Timah oksida, dipakai untuk pengawetan kayu.

-Trifenil-Timah asetat, merupakan kristal putih yang dipakai untuk insektisida dan fungisida.

-Trifenil-timah klorida dipakai sebagai biosida

-Trimetil-timah klorida, dipakai sebagai biosida dan sintesis senyawa organic.

-Trifenil-timah hidroksida, untuk fungisida dan engontrol serangga.

b. Timah Oksida
Merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia SnO2. SnO2 tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam asam dan basa kuat. SnO2 larut dalam asam halide membentuk heksahalostanat seperti:

SnO2 + 6HI -> H2SnI6 + 2 H2O

Atau jika dilarutkan dalam asam maka:

SnO2 + 6 H2SO4 -> Sn(SO4)2 + 2 H2O

SnO2 larut dalam basa membentuk stanat dengan rumus umum Na2SnO3. SnO2 digunakan bersama dengan vanadium oksida sebagai katalis untuk oksidasi senyawa aromatic, dipakai sebagai pelapis, ataupun sebagai bahan pembuatan organotin.

c. Timah(II) Klorida

SnCl2 berupa padatan kristal berwarna putih, dapat membentuk dihidrat yang stabil. SnCl2 dipakai sebagai reduktor dalam larutan asam, dan juga dalam cairan electroplating. SnCl2 dibuat dengan cara reaksi gas HCl kering dengan logam Sn.

Sn + 2HCl -> SnCl2 + H2

SnCl2 memiliki satu pasangan electron bebas. Dalam bentuk fasa gas maka molekul SnCl2 berbentuk bengkok, sedangkan pada bentuk padatan SnCl2 membentuk rantai yang saling terhubung dengan jembatan klorida. Selain dipakai sebagai reduktor SnCl2 juga dipakai sebagai katalis, reagen analisis untuk raksa, dan juga dipakai sebagai aditif makanan untuk mempertahankan warna dan sebagai antioksidan.

d. Timah(IV) Klorida

Disebut juga stani klorida atau timah tetraklorida merupakan senyawaan kimia dengan rumus SnCl4. Pada suhu kamar SnCl4 ini merupakan cairan yang tidak berwarna dan akan membentuk kabut jika terjadi kontak dengan udara. SnCl4 dipergunakan sebagai senjata kimia dalam perang dunia ke-1, dipakai untuk memperkuat gelas, dan sebagai bahan dasar pembuatan organotin.

e. Timah Sulfida

Senyawaan timah dengan belerang terdapat sebagai SnS yaitu timah(II)sulfide dan ada dialam sebagai mineral herzenbergite. Pebuatan SnS adalah dibuat dengan mereaksikan belerang, SnCl2 dan H2S.
Sn + S -> SnS
SnCl2 + H2S -> SnS + 2HCl

Sedangkan timah(IV) sulfide memiliki rumus SnS2 dan terdapat dialam sebagai mineral berndtite. Senyawa ini mengendap sebagai padatan berwarna coklat dengan penambahan H2S pada larutan senyawa timah(IV) dan banyak dipakai sebagai ornament dekoratif karena warnanya mirip emas.

f. Timah Hidrida

Hidrida dari timah disebut sebagai stannan dan rumus formulanya adalah SnH4. Hidrida timah ini dapat dibuat dengan cara mereaksikan antara SnCl4 dengan LiAlH4. Stannan terdekomposisi secara lambat menghasilkan loga timah dan gas hydrogen. Hidrida timah ini sangat analog dengan gas metana CH4.

g, Stanat

Dalam ilmu kimia stanat berkoporasi dengan senyawaan:
Ortostanat yang memiliki rumus kimia SnO44- contoh senyawaannya adalah K4SnO4 atau Mg2SnO4.
Metastanat yaitu MSnO3 atau M2SnO3 yaitu campuran oksida atau polimerik anoin.
Perlu dicatat bahwa asam stanit yang merupakan precursor stanat sebenarnya tidak terdapat dialam dan ini sebenarnya merupakan hidrat dari SnO2. Istilah stanat juga dipakai untuk sufiks penamaan senyawa misalnya SnCl62- hesaklorostanat.

11. Perak

- AgNO3 untuk Obat tetes mata

- untuk menyembuhkan luka yang terlihat di dalam mulut*.

-Perak sterling digunakan untuk perhiasan, perabotan perak, dsb. dimana penampakan sangat penting.

- Perak juga digunakan sebagai campuran logam pengganti gigi, solder, kotak listrik, dan baterai perak-timah dan perak-cadmium.

-Cat perak digunakan untuk membuat sirkuit cetak.

-Perak juga digunakan untuk produksi kaca dan dapat didepositkan sebagai lapisan pada gelas atau logam lainnya dengan metoda chemical deposition, electrode position atau dengan cara penguapan.

- Ketika perak baru saja didepositkan, lapisan ini merupakan reflektor cahaya paling baik. Tapi lapisan ini juga cepat rusak dan ternoda dan kehilangan reflektivitasnya. Walau lapisan perak bagus untuk cahaya, ia sangat buruk untuk memantulkan sinar ultraviolet.

- Silver fulminate, bahan peledak yang kuat, kadang-kadang terbentuk saat pembentukan perak.

- Silver iodide digunakan untuk membuat hujan buatan. Silver chloride memiliki sifat-sifat optikal yang unik karena bisa dibuat transparan.

- Silver nitrate, atau lunar caustic, yang merupakan senyawa perak yang penting banyak digunakan di bidang fotografi.

Selama beratus-ratus tahun, perak telah digunakan sebagai bentuk pembayaran dalam bentuk koin oleh banyak negara. Belakangan ini sayangnya, konsumsi perak telah jauh melebihi produksi.

kimia Sel Volta: Korosi

            

Korosi (Perkaratan)

Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan senyawa lain yang terdapat di lingkungannya (misal air dan udara) dan menghasilkan senyawa yang tidak dikehendaki. Peristiwa korosi kita kenal dengan istilah perkaratan. Korosi ini telah mengakibatkan kerugian bermilyar rupiah setiap tahunnya. Biasanya logam yang paling banyak mengalami korosi adalah besi.

Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen mengalami reduksi. Karat logam umumnya berupa oksida atau karbonat. Karat pada besi berupa zat yang berwarna cokelat-merah dengan rumus kimia Fe2O3.xH2O. Oksida besi (karat) dapat mengelupas, sehingga secara bertahap permukaan yang baru terbuka itu mengalami korosi. Berbeda dengan aluminium, hasil korosi berupa Al2O3 membentuk lapisan yang melindungi lapisan logam dari korosi selanjutnya. Hal ini dapat menerangkan mengapa panic dari besi lebih cepat rusak jika dibiarkan, sedangkan panci dari aluminium lebih awet.




gambar_9_16
Korosi adalah peristiwa perusakan logam akibat terjadinya reaksi kimia dengan lingkungan yang menghasilkan produk yang tidak diinginkan. Lingkungan dapat berupa asam, basa, oksigen dari udara, oksigen didalam air atau zat kimia lain. Perkaratan besi adalah peristiwa elektrokimia sebagai
Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida dan karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. xH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.
Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.Fe(s) ↔ Fe2+(aq) + 2e Eº = +0.44 VElektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain besi itu yang bertindak sebagai katode,di mana oksigen tereduksi.O2(g) + 2H2O(l) + 4e ↔ 4OH-(aq) Eº = +0.40 V atau O2(g) + 4H+(aq) + 4e ↔ 2H2O(l) Eº = +1.23 V
Ion bes(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi (III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3. xH2O, yaitu karat besi. Mengenai bagianmana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode,bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksisecara kimia atau elektro kimiadengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya.Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk  senyawa besi oksida atau besi sulfida,setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk  pembuatan baja atau baja paduan.Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).Deret Volta dan hukum Nernstakan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi dengan lingkungan yang korosif. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari material. Contohnya, lihat pagar besi di halaman rumah kamu, atau di sekolah kamu, atau paku-paku yang tertancap di kayu, besi rongsokan, apa yang menarik perhatian kamu? Apakah kamu melihat ada noda coklat yang menempel pada besi tersebut? semacam kerak coklat, apakah itu? Kerak itu tidak hanya sekedar menutupi permukaan besi tadi, tapi juga menghancurkan besi tersebut seolah “memakan” nya. Itulah Karat, atau disebut juga Korosi. Yaitu persenyawaan yang terjadi karena unsur besi bereaksi dengan udara dan air. Mungkin anda juga sudah sedikit mempelajarinya, bahwa beberapa unsur kimia dapat dengan mudah berreaksi dengan oksigen (yang ada di udara) membentuk senyawa oksida, peristiwa ini disebut oksidasi. Jadi syarat terjadinya karat adalah adanya besi, udara dan air. Besi dan udara saja tidak bisa menimbulkan karat, atau besi dan air saja. Namun di udara, kita akan menemukan uap air dan di dalam air juga kita dapat menemukan udara terlarut. Maka proses korosif tetap bias berlanjut.Korosi dapat semakin cepat terjadi dengan kehadiran garam. Misal air laut, kamu tentu bisa melihat bagaimana kapal-kapal laut lebih mudan berkarat, dan juga tiang-tiang pancang pelabuhan yang juga mudah berkarat. Dan logam besi di alam bebas dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).


PROSES PERKARATAN PADA BESI

KOROSI atau lazimnya disebut dengan perkaratan bersi merupakan suatu peristiwa kimia yang prinsip kerjanya yakni prinsip kerja dari  sel volta atau sel galvani.
perkaratan pada besi terjadi karena permukaan dari besi atau logam lainnya tidak rata, hal ini memang tidak dapat di lihat secara kasat mata, akan tetapi memerlukan mikroskop elektron untuk membuktikan bahwa permukaan besi dan logam lainnya tidak rata. ketidak halusan/ ketidak rattan permukaan besi inilah yang mengakibatkan adanya beda potensial pada bagian-bagian tertentu pada permukaan besi, sehingga membentuk sel galvanik. selain itu gas oksigen dan air yang berada disekitanya juga mempengaruhi proses perkaratan pada besi.
Daerah permukaan besi dapat bertindak sebagai Anoda, diamna pada Anoda ini terjadi peristiwa oksidasi, dan elektro yang dilepaskan mereduksi oksigen di udara menjadi air pada katoda
reaksi yang terjadi sebagai berikut:
Anoda : Fe (s) ---> Fe2+(aq)  + 2e                                         Ered = -0,44 V
Katoda: O2 (g) + 4 H+ (aq) + 4e----> 2 H2O                 Ered = +1,23 V

reaksi tersebut terjadi dalam medium asam, ion H+ dihasilkan dari reaksi CO2 dengan air membentuk H2CO3. sedangkan ion Fe2+ yang terbentuk pada anoda bergerak ke tetesan air pada permukaan besi, akibatnya ion Fe2+ dioksidasi lagi oleh O2 yang larut dalam air mebentuk Fe3+
4 Fe2+(aq) + O2(g) + 4 H+ ----> 4 Fe3+ (aq)+ 2H2O(l)

selanjutnya ion Fe3+ bereaksi dengan air membentuk KARAT BESI

2Fe3+(aq) + (n+3) H2O(l) -----> 2Fe2O3.nH2O (s) + 6 H+ (aq)
nah 2fe2o3.nH2O inilah yang dikenal dengan karat besi atau rust.


kimia SelVolta: Sel Elektrolisis




Elektrolisis 
adalah peristiwa penguraian elektrolit dalam sel elektrolisis oleh arus listrik.

Dalam sel volta/galvani, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Sedangkan elektrolisis merupakan reaksi kebalikan dari sel volta/galvani yang potensial selnya negatif atau dengan kata lain, dalam keadaan normal tidak akan terjadi reaksi dan  reaksi dapat terjadi bila diinduksi dengan energi listrik dari luar. 

Contoh sel Volta adalah sel Daniel, reaksi total sel Daniell adalah  :

Zn + Cu2+  → Zn2+ + Cu   E0 = 1,1 V

Andaikan potensial lebih tinggi dari 1,1 V diberikan pada sel dengan arah kebalikan dari potensial yang dihasilkan sel, reaksi sebaliknya akan berlangsung. Jadi, zink akan mengendap dan tembaga akan mulai larut.

Zn2+ + Cu → Zn + Cu2+

 Elektroda positif (+) dari sel dihubungkan dengan kutub positif (+) dari sumber arus listrik
 Elektroda negatif (-) dari sel dihubungkan dengan kutub negatif (-) dari sumber arus listrik

Pada elektroda positif (+)/anoda karena dihubungkan dengan  kutub positif (+) yang potensialnya lebih besar menyebabkan terjadi reaksi oksidasi dan elektron mengalir dari elektroda ini menuju ke sumber arus listrik. Elektron bergerak dari kutub negatif (-) sumber arus listrik ke elektroda negatif (-)/katoda sehingga menyebabkan terjadi reaksi reduksi.

Persamaan dan perbedaan sel volta dan sel elektrolisis :

Persamaan :
Anoda selalu terjadi reaksi oksidasi dengan kata lain elektroda yang terjadi reaksi oksidasi disebut anoda
Katoda selalu terjadi reaksi reduksi dengan kata lain elektroda yang terjadi reaksi reduksi disebut katoda


Perbedaan :
Pada Sel Volta 
merubah energi kimia menjadi energi listrik
Anoda (oksidasi) adalah elektroda negatif (-) dan katoda (reduksi) adalah elektroda positif (+)

Pada Sel Elektrolisis 
merubah energi listrik menjadi energi kimia
Anoda (oksidasi) adalah elektroda positif (+) dan katoda (reduksi) adalah elektroda negatif (-)

Reaksi-reaksi Sel Elektrolisis


Reaksi pada Katoda ( Reduksi Kation)
1.Bila kation dari golongan Alkali/ IA (Li+, Na+, K+), Alkali tanah/ IIA (Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+), Al3+ atau Mn2+ maka kation tersebut tidak direduksi namun air (H2O) yang direduksi. hal ini karena E°red H2O lebih besar dari ion-ion teraebut. Reaksi yang terjadi :

2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)


2. H+ dari suatu asam akan direduksi menjadi gas hidrogen (H2). Reaksi yang terjadi :

2H+(aq) + 2e- → H2(g)

3. Ion-ion logam lainnya yang tidak termasuk kelompok di atas direduksi lalu mengendap pada katoda.

Ni2+(aq) + 2e- → Ni(s)

Cu2+(aq) + 2e- → Cu(aq)

Ag+(aq) + e- → Ag(s)

4. Ion-ion lelehan atau leburan dari golongan alkali dan alkali tanah direduksi lalu mengendap pada katoda (karena lelehan/leburan tidak mengandung air).

Li+(aq) + e- → Li(s)

Ca2+(aq) + 2e- → Ca(s)


Reaksi pada Anoda (Oksidasi Anion)

1.  Bila elektrodanya non inert ( Ni, Cu, Ag dll) maka elektrodanya yang dioksidasi. contoh reaksinya :

Ni(s) → Ni2+(aq) + 2e-  

Cu(aq) → Cu2+(aq) + 2e-  

Ag(s) → Ag+(aq) + e-  

2. Bila elektrodanya inert ( C, Pt atau Au) maka elektrodanya tidak bereaksi dan bila anionnya :
a. Ion OH- dari basa maka reaksi yang terjadi :

4OH-(aq) → 2H2O(aq) + O2(g) + 4e-

b. Ion sisa asam yang mengandung oksigen (SO42-, NO3-, PO43- dll) tidak dioksidasi namun air (H2O) yang dioksidasi. karena E°oks H2O lebih besar dari sisa asam yang mengandung oksigen. Reaksi yang terjadi :

2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-

c. ion sisa asam yang tidak mengandung oksigen (Cl- , Br- , I- dll) akan dioksidasi.

2Cl-(s) → Cl2(g) + 2e-

2Br-(s) → Br2(g) + 2e-

setelah membaca dari beberapa sumber ternyata yang dituliskan dalam reaksi elektrolisis bukan hanya reaksi di katoda (+) dan anoda (-) saja, tetapi reaksi penguraiannya juga. sebagai gambaran saya beri beberapa contoh reaksi elektrolisis.
1. elektrolisis kalium iodida (KI) dengan elektroda C

                      KI                  → K+ + I-                                x2
Katoda (+)   : 2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)
Anoda (-)     : 2I-(s)               → I2(g) + 2e-

                        2KI             → 2K+ + 2I-                            
Katoda (+)   : 2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)
Anoda (-)     : 2I-(s)               → I2(g) + 2e-
--------------------------------------------------------
Reaksi sel     : 2KI + 2H2O  → 2K+ + 2OH- + I2 + H2
                      2KI + 2H2O  → 2KOH + I2 + H2

Pada katoda reaksi K diganti oleh H2O karena K tergolong dalan logam alkali.
dikalikan 2 ( x2 ) untuk menyamakan ion sejenis dan/atau elektron di ruas kiri dan kanan. kemudian setelah ion sejenis dan jumlah elektron di ruas kiri dan kanan sama dapat dicoret. Yang tidak dicoret itulah reaksi selnya. Pada reaksi-reaksi selanjutnya tidak saya beri keterangan yang penting perhatikan aturan-aturan reaksi pada katoda dan anoda yang telah dibahas sebelumnya.

2. elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt

                     AgNO3        →  Ag+ + NO3-                                     x4    
Katoda (+)   : Ag+(aq) + e-  → Ag(s)                                                                   x4
Anoda (-)     : 2H2O(aq)     → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-                            x1


                      4AgNO3                       → 4Ag+ + 4NO3-                                        
Katoda (+)   : 4Ag+(aq) + 4e-                    → 4Ag(s)                                                                   
Anoda (-)     : 2H2O(aq)                       → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-                          
--------------------------------------------------------------------------
Reaksi sel     : 4AgNO3(aq) + 2H2O(aq) → 4Ag(s) + 4H+(aq) + 4NO3- + O2(g)
                      4AgNO3(aq) + 2H2O(aq) → 4Ag(s) + 4HNO3 + O2(g)

3. elektrolisi leburan NaCl dengan elektroda Cu ( ingat Cu tidak inert)

                      NaCl           → Na+ + Cl-                                                       x2
Katoda (+)   : Na+(aq) + e-  → Na(s)                                                                  x2
Anoda (-)     : Cu(aq)          → Cu2+(aq) + 2e-                                     x1

                      2NaCl               → 2Na+ + 2Cl-                                                    
Katoda (+)   : 2Na+(aq) + 2e-    → 2Na(s)                                                              
Anoda (-)     : Cu(aq)                 → Cu2+(aq) + 2e-                                   

Reaksi sel     : 2NaCl  + Cu(aq) → 2Na(s) + Cu2+ +  2Cl-  
                      2NaCl  + Cu(aq) → 2Na(s) + CuCl2 

Potensial Sel Volta


Potensial Sel  Volta

potensial sel volta dapat ditentukan dengan percobaan dengan menggunakan potemsiometer/voltmeter dan secara teoritis potensial sel dapat dihitung berdasarkan perbedaan potensial reduksi (E°red) kedua elektroda atau penjumlahan potensial oksidasi pada anoda dengan potensial reduksi pada katoda.

 sebagai contoh pada sel daniel :

Zn2+ + 2e → Zn       E° = -0,76 V 

Cu2+ + 2e → Cu      E° = +0,34 V

yang mempunyai harga potensial reduksi (E°red) lebih kecil akan di oksidasi dan yang potensial reduksi (E°red) lebih besar akan direduksi.

Anoda (oksidasi)       :   Zn            → Zn2+ + 2e     E° = +0,76 V
Katoda (reduksi)       :  Cu2+ + 2e  → Cu               E° = +0,34 V
Reaksi total (redoks) :   Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu    E° = +1,10 V

secara singkat dapat dihitung :

nilai E°red yang lebih kecil akan dioksidasi dan yang lebih besar akan direduksi. maka Zn akan dioksidasi dan Cu akan direduksi.

oks Zn = +0,76 V
red Cu = +0,34 V

sel  = E°oks + red = 0,76 + 0,34 = 1,10 V

nilai potensial sel (E°sel) yang positif menunjukkan bahwa reaksi tersebut dapat berlangsung secara spontan.

maka sebaliknya reaksi :

Cu + Zn2+ → Cu2+ + Zn     E° = -1,10 V

nilai potensial sel (E°sel) nya negatif menunjukkan bahwa dalam keadaan normal tidak akan terjadi reaksi. Reaksi dapat terjadi bila ada suplai elektron dari luar/dialiri listrik yang akan dibahas pada bab sendiri yakni pada bab elektrolisis.

Tabel Potensial Elektroda Standar



Setengah Reaksi Reduksi ( pada Katoda )E°red (volts)
Li+(aq) + e- → Li(s)

-3.04
K+(aq) + e- → K(s)

-2.92
Ca2+(aq) + 2e- → Ca(s)

-2.76
Na+(aq) + e- → Na(s)

-2.71
Mg2+(aq) + 2e- → Mg(s)

-2.38
Al3+(aq) + 3e- → Al(s)

-1.66
2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)

-0.83
Zn2+(aq) + 2e- → Zn(s)

-0.76
Cr3+(aq) + 3e- → Cr(s)

-0.74
Fe2+(aq) + 2e- → Fe(s)

-0.41
Cd2+(aq) + 2e- → Cd(s)

-0.40
Ni2+(aq) + 2e- → Ni(s)

-0.23
Sn2+(aq) + 2e- → Sn(s)

-0.14
Pb2+(aq) + 2e- → Pb(s)

-0.13
Fe3+(aq) + 3e- → Fe(s)

-0.04
2H+(aq) + 2e- → H2(g)

0.00
Sn4+(aq) + 2e- → Sn2+(aq)

0.15
Cu2+(aq) + e- → Cu+(aq)

0.16
ClO4-(aq) + H2O(l) + 2e- → ClO3-(aq) + 2OH-(aq)

0.17
AgCl(s) + e- → Ag(s) + Cl-(aq)

0.22
Cu2+(aq) + 2e- → Cu(s)

0.34
ClO3-(aq) + H2O(l) + 2e- → ClO2-(aq) + 2OH-(aq)

0.35
IO-(aq) + H2O(l) + 2e- → I-(aq) + 2OH-(aq)

0.49
Cu+(aq) + e- → Cu(s)

0.52
I2(s) + 2e- → 2I-(aq)

0.54
ClO2-(aq) + H2O(l) + 2e- → ClO-(aq) + 2OH-(aq)

0.59
Fe3+(aq) + e- → Fe2+(aq)

0.77
Hg22+(aq) + 2e- → 2Hg(l)

0.80
Ag+(aq) + e- → Ag(s)

0.80
Hg2+(aq) + 2e- → Hg(l)

0.85
ClO-(aq) + H2O(l) + 2e- → Cl-(aq) + 2OH-(aq)

0.90
2Hg2+(aq) + 2e- → Hg22+(aq)

0.90
NO3-(aq) + 4H+(aq) + 3e- → NO(g) + 2H2O(l)

0.96
Br2(l) + 2e- → 2Br-(aq)

1.07
O2(g) + 4H+(aq) + 4e- → 2H2O(l)

1.23
Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) + 6e- → 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)

1.33
Cl2(g) + 2e- → 2Cl-(aq)

1.36
Ce4+(aq) + e- → Ce3+(aq)

1.44
MnO4-(aq) + 8H+(aq) + 5e- → Mn2+(aq) + 4H2O(l)

1.49
H2O2(aq) + 2H+(aq) + 2e- → 2H2O(l)

1.78
Co3+(aq) + e- → Co2+(aq)

1.82
S2O82-(aq) + 2e- → 2SO42-(aq)

2.01
O3(g) + 2H+(aq) + 2e- → O2(g) + H2O(l)

2.07
F2(g) + 2e- → 2F-(aq)

2.87
 
tabel di atas lebih dikenal sebagai deret volt, adapun deret volta yang sering keluar dalam materi SMA disusun dalam baris sebagai berikut :

K-Ba-Sr-Ca-Na-Mg-Al-Zn-Cr-Fe-Ni-Sn-Pb-H-Cu-Hg-Ag-Pt-Au

Semakin ke kanan semakin mudah direduksi yang berarti semakin mudah menerima elektron dan merupakan oksidator (penyebab zat lain mengalami oksidasi).
Semakin ke kiri semakin mudah dioksidasi yang berarti semakin mudah melepas elektron dan merupakan reduktor (penyebab zat lain mengalami reduksi).

Logam di sebelah kiri dapat bereaksi dengan ion logam di sebelah kanannya :

Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu

Logam di sebelah kanan tidak dapat bereaksi dengan ion logam di sebelah kirinya :

Cu + Zn2+ → tidak bereaksi

Sel volta


Sel Volta adalah rangkaian sel yang dapat menghasilkan arus listrik. Dalam sel tersebut terjadi perubahan dari reaksi redoks menghasilkan arus listrik.

Rangkaian Sel Volta :
















Sel Volta dalam kehidupan sehari – hari :

1. Sel Kering (Sel Leclanche)


Dikenal sebagai batu baterai. Terdiri dari katode yang berasal dari karbon(grafit) dan anode logam zink. Elektrolit yang dipakai berupa pasta campuran MnO2, serbuk karbon dan NH4Cl.
Persamaan reaksinya :
Katode : 2MnO2 + 2H+ + 2e " Mn2O3 + H2O
Anode : Zn " Zn2+ + 2e
Reaksi sel : 2MnO2 + 2H+ + Zn " Mn2O3 + H2O + Zn2



2. Sel Aki

Sel aki disebut juga sebagai sel penyimpan, karena dapat berfungsi penyimpan listrik dan pada setiap saat dapat dikeluarkan . Anodenya terbuat dari logam timbal (Pb) dan katodenya terbuat dari logam timbal yang dilapisi PbO2.

Reaksi penggunaan aki :
Anode : Pb + SO4 2- " PbSO4 + 2e
Katode : PbO2 + SO42-+ 4H++ 2e " PbSO4 + 2H2O
Reaksi sel : Pb + 2SO4 2- + PbO2 + 4H+ " 2PbSO4 + 2H2O
Reaksi Pengisian aki :
2PbSO4 + 2H2O " Pb + 2SO4 2- + PbO2 + 4H+


3. Sel Perak Oksida

Sel ini banyak digunakan untuk alroji, kalkulator dan alat elektronik.
Reaksi yang terjadi :

Anoda : Zn(s) + 2OH-(l) " Zn(OH)2(s) + 2e
Katoda : Ag2O(s) + H2O(l) + 2e " 2Ag(s) + 2OH-(aq)
Reaksi Sel : Zn(s) + Ag2O(s) + H2O(l) " Zn(OH)2(s) + 2Ag(s)

Potensial sel yang dihasilkan adalah 1,34 V

4. Sel Nikel Cadmium (Nikad)
Sel Nicad merupakan sel kering yang dapat diisi kembali (rechargable). Anodenya terbuat dari Cd dan katodenya berupa Ni2O3 (pasta). Beda potensial yang dihasilkan sebesar 1,29 V. Reaksinya dapat balik :

NiO(OH).xH2O + Cd + 2H2O → 2Ni(OH)2.yH2O + Cd(OH)2

5. Sel Bahan Bakar
Sel Bahan bakar merupakan sel Galvani dengan pereaksi – pereaksinya (oksigen dan hidrogen) dialirkan secara kontinyu ke dalam elektrode berpori. Sel ini terdiri atas anode dari nikel, katode dari nikel oksida dan elektrolit KOH.

Reaksi yang terjadi :

Anode : 2H2(g) + 4OH-(aq) → 4H2O(l) + 4e
Katode : O2(g) + 2H2O(l) + 4e → 4OH-(aq)
Reaksi sel : 2H2(g) + O2 → 2H2O(l)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yumi Kinawa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger